Sebuah Renungan


Saudaraku
hidup ini hanyalah sebuah perjalanan
yang akhirnya akan sampai pada tujuan
ibarat air yang mengalir
ia akan sampai pada muaranya
ibarat matahari yang terbit di ufuk timur
ia akan tenggelam di ufuk barat
begitulah
tiap tiap yang bernyawa pasti akan mati
sekalipun ia bersembunyi di balik lubang semut yang kecil
beruntunglah
siapapun yang selalu ingat akan dekat dengan ajal kematian
apalagi
membuatnya semakin ingat akan noda dan nista dirinya

Karena itu wahai saudaraku
rasanya tak ada yang dapat disombongkan di dunia ini
keangkuhan hanyalah bukti dari kebinasaan
seindah apapun wajah yang dimiliki
suatu hari akan berkerut
sekaya apapun harta yang dipunyai
suatu saat tiada berguna
dan setinggi apapun pangkat dan jabatan yang disandang
suatu hari nanti pasti akan berakhir dengan keji

Saudaraku
renungilah detik detik hidup ini
bertafakur atas kekurangan dan kelemahan diri
bila kita lahir terbungkus ari ari
lalu berbungkus baju
suatu hari nanti akan berbungkus kain kafan
bila dahulu wajah ini indah menawan
lalu pudar dan keriput
mata begitu tajam
lalu mulai rabun
rambut begitu hitam
kini mulai memutih
tubuh yang kuat dan perkasa
sekarang mulai melemah dan sakit sakitan
semua itu hanyalah renungan
atas kekurangan dan kelemahan diri
betapa
hidup ini hanya sebentar
dan maut dapat menjemput setiap waktu
tanpa ada yang tau
mudah mudahan Allah mengucapkan hidayahNya
di hati kita
amin….

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: