Archive for April, 2011

Cara Mudah Verifikasi Account PayPal Tanpa Kartu Kredit Dan VCC


Memiliki Account PayPal adalah hal yang mutlak bagi seorang blogger yang melakukan aktifitas monetizing blog dan bisnis online. Cuma ada satu kendala bagi seorang Newbie ketika telah melakukan pembukaan Account PayPal yaitu mengubah status accountnya menjadi terverifikasi (Verified). Kendala ini dikarenakan dibutuhkan Kartu Kredit yang valid untuk melakukan verifikasinya sedangkan untuk mendapatkan kartu kredit butuh waktu dan proses yang cukup sulit juga. Sebenarnya disamping itu bisa juga menggunakan VCC (Virtual Credit Card) yang dapat anda beli di internet.

Namun dua hal tersebut sudah tidak menjadi kendala lagi sebab PayPal sudah terhubung secara langsung dengan Bank Bank Lokal di Indonesia, artinya verifikasi account PayPal dapat anda lakukan dengan Rekening anda yang ada di Bank Lokal, sebut saja BCA, Mandiri dan BNI.

Jadi anda tidak perlu repot lagi untuk mengurus Kartu Kredit atau membeli VCC, cukup dengan rekening anda yang ada saja (jika nggak punya rekening mah kelewatan banget tuch).

Bagaimana caranya :

Jika anda sudah punya Account PayPal yang belum terverifikasi login langsung ke Account PayPal anda, jika belum silakan registrasi terlebih dahulu.
Masuk Ke Profil anda dan klik Add/Edit Bank Account
Masukkan Nama, Nama Bank Dan No. Rekening Anda (pastikan nama anda sama dengan nama di rekening, apabila berbeda maka anda akan dikenakan return fee sebesar Rp. 50.000,-)
Masukkan 7 digit code bank anda, jika bingung klik saja tulisan What’s This ? untuk mengetahui kode bank atau anda dapat melihatnya di blognya Mas Eko.
Setelah Submit tunggulah 1 sampai 3 hari.
Cek Rekening anda, sebab jika langkah diatas anda lakukan dengan benar anda akan menerima 2 transfer masuk (kiriman uang) berturut turut dari PayPal, jumlah ini biasanya antara 1 sampai 99 rupiah lebih cendrung ke 2 digit angka.
Login kembali ke PayPal.
Klik Link Verified disamping tulisan Unverified.
Klik Confirm Bank Account.
Anda akan diminta untuk memasukkan jumlah masing masing transfer yang masuk tadi secara berurutan (ada 2 form).
Selamat PayPal anda sekarang sudah terverifikasi dan anda sudah dapat menggunakan rekening tersebut untuk kepentingan bisnis online dan monetizing blog.

Sedikit saran dari saya sebaiknya anda menggunakan rekening rekening bank yang sudah menyediakan fasilitas internet banking atau sms banking seperti BCA, BNI dan Mandiri sebab anda dapat dengan mudah mengecek transfer masuk ke rekening tersebut tanpa butuh waktu datang ke Bank atau menelpon pihak bank menanyakan transfer tersebut.

Selamat mencoba

copy dari :
http://dodyekaputra.com/cara-mudah-verifikasi-account-paypal-tanpa-kartu-kredit-dan-vcc
utk mengingatkan aku cara verifikasi yang gratis….heee….

Aku Tidak Lebih Dulu ke Surga


Baca dan Renungkan

Aku tidak tahu dimana berada. Meski sekian banyak manusia berada disekelilingku, namun aku tetap merasa sendiri dan ketakutan. Aku masih bertanya dan terus bertanya, tempat apa ini, dan buat apa semua manusia dikumpulkan. Mungkinkah, ah aku tidak mau mengira-ngira.
Rasa takutku makin menjadi-jadi, tatkala seseorang yang tidak pernah kukenal sebelumnya mendekati dan menjawab pertanyaan hatiku. “Inilah yang disebut Padang Mahsyar,” suaranya begitu menggetarkan jiwaku. “Bagaimana ia bisa tahu pertanyaanku,” batinku. Aku menggigil, tubuhku terasa lemas, mataku tegang mencari perlindungan dari seseorang yang kukenal.

Kusaksikan langit menghitam, sesaat kemudian bersinar kemilauan. Bersamaan dengan itu, terdengar suara menggema. Aku baru sadar, inilah hari penentuan, hari dimana semua manusia akan menerima keputusan akan balasan dari amalnya selama hidup didunia. Hari ini pula akan ditentukan nasib manusia selanjutnya, surgakah yang akan dinikmati atau adzab neraka yang siap menanti.

Aku semakin takut. Namun ada debar dalam dadaku mengingat amal-amal baikku didunia. Mungkinkah aku tergolong orang-orang yang mendapat kasih-Nya atau jangan-jangan ………

Aku dan semua manusia lainnya masih menunggu keputusan dari Yang menguasai hari pembalasan. Tak lama kemudian, terdengar lagi suara menggema tadi yang mengatakan, bahwa sesaat lagi akan dibacakan daftar manusia-manusia yang akan menemani Rasulullah SAW di surga yang indah. Lagi-lagi dadaku berdebar, ada keyakinan bahwa namaku termasuk dalam daftar itu, mengingat banyaknya infaq yang aku sedekahkan. Terlebih lagi, sewaktu didunia aku dikenal sebagai juru dakwah. “Kalaulah banyak orang yang kudakwahi masuk surga, apalagi aku,” pikirku mantap.

Akhirnya, nama-nama itupun mulai disebutkan. Aku masih beranggapan bahwa namaku ada dalam deretan penghuni surga itu, mengingat ibadah-ibadah dan perbuatan-perbuatan baikku. Dalam daftar itu, nama Rasulullah Muhammad SAW sudah pasti tercantum pada urutan teratas, sesuai janji Allah melalui Jibril, bahwa tidak satupun jiwa yang masuk kedalam surga sebelum Muhammad masuk. Setelah itu tersebutlah para Assabiquunal Awwaluun. Kulihat Fatimah Az Zahra dengan senyum manisnya melangkah bahagia sebagai wanita pertama yang ke surga, diikuti para istri-istri dan keluarga rasul lainnya.

Para nabi dan rasul Allah lainnya pun masuk dalam daftar tersebut. Yasir dan Sumayyah berjalan tenang dengan predikat Syahid dan syahidah pertama dalam Islam. Juga para sahabat lainnya, satu persatu para pengikut terdahulu Rasul itu dengan bangga melangkah ke tempat dimana Allah akan membuka tabirnya. Yang aku tahu, salah satu kenikmatan yang akan diterima para penghuni surga adalah melihat wajah Allah. Kusaksikan para sahabat Muhajirin dan Anshor yang tengah bersyukur mendapatkan nikmat tiada terhingga sebagai balasan kesetiaan berjuang bersama Muhammad menegakkan risalah. Setelah itu tersebutlah para mukminin terdahulu dan para syuhada dalam berbagai perjuangan pembelaan agama Allah.

Sementara itu, dadaku berdegub keras menunggu giliran. Aku terperanjat begitu melihat rombongan anak-anak yatim dengan riang berlari untuk segera menikmati kesegaran telaga kautsar. Beberapa dari mereka tersenyum sambil melambaikan tangannya kepadaku. Sepertinya aku kenal mereka. Ya Allah, mereka anak-anak yatim sebelah rumahku yang tidak pernah kuperhatikan. Anak-anak yang selalu menangis kelaparan dimalam hari sementara sering kubuang sebagian makanan yang tak habis kumakan.

“Subhanallah, itu si Parmin tukang mie dekat kantorku,” aku terperangah melihatnya melenggang ke surga. Parmin, pemuda yang tidak pernah lulus SD itu pernah bercerita, bahwa sebagian besar hasil dagangnya ia kririmkan untuk ibu dan biaya sekolah empat adiknya. Parmin yang rajin sholat itu, rela berpuasa berhari-hari asal ibu dan adik-adiknya di kampung tidak kelaparan. Tiba-tiba, orang yang sejak tadi disampingku berkata lagi, “Parmin yang tukang mie itu lebih baik dimata Allah. Ia bekerja untuk kebahagiaan orang lain.” Sementara aku, semua hasil keringatku semata untuk keperluanku.

Lalu berturut-turut lewat didepan mataku, mbok Darmi penjual pecel yang kehadirannya selalu kutolak, pengemis yang setiap hari lewat depan rumah dan selalu mendapatkan kata “maaf” dari bibirku dibalik pagar tinggi rumahku. Orang disampingku berbicara lagi seolah menjawab setiap pertanyaanku meski tidak kulontarkan, “Mereka ihklas, tidak sakit hati serta tidak memendam kebencian meski kau tolak.”

Masya Allah murid-murid pengajian yang aku bina, mereka mendahuluiku ke surga. Setelah itu, berbondong-bondong jamaah masjid-masjid tempat biasa aku berceramah. “Mereka belajar kepadamu, lalu mereka amalkan. Sedangkan kau, terlalu banyak berbicara dan sedikit mendengarkan. Padahal, lebih banyak yang bisa dipelajari dengan mendengar dari pada berbicara,” jelasnya lagi.

Aku semakin penasaran dan terus menunggu giliranku dipanggil. Seiring dengan itu antrian manusia-manusia dengan wajah ceria, makin panjang. Tapi sejauh ini, belum juga namaku terpanggil. Aku mulai kesal, aku ingin segera bertemu Allah dan berkata, “Ya Allah, didunia aku banyak melakukan ibadah, aku bershodaqoh, banyak membantu orang lain, banyak berdakwah, izinkan aku ke surgaMu.”

Orang dengan wajah bersinar disampingku itu hendak berbicara lagi, aku ingin menolaknya. Tetapi, tanganku tak kuasa menahannya untuk berbicara. “Ibadahmu bukan untuk Allah, tapi semata untuk kepentinganmu mendapatkan surga Allah, shodaqohmu sebatas untuk memperjelas status sosial, dibalik bantuanmu tersimpan keinginan mendapatkan penghargaan, dan dakwah yang kau lakukan hanya berbekas untuk orang lain, tidak untukmu,” bergetar tubuhku mendengarnya.

Anak-anak yatim, Parmin, mbok Darmi, pengemis tua, murid-murid pengajian, jamaah masjid dan banyak lagi orang-orang yang sering kuanggap tidak lebih baik dariku, mereka lebih dulu ke surga Allah. Padahal, aku sering beranggapan, surga adalah balasan yang pantas untukku atas dakwah yang kulakukan, infaq yang kuberikan, ilmu yang kuajarkan dan perbuatan baik lainnya. Ternyata, aku tidak lebih tunduk dari pada mereka, tidak lebih ikhlas dalam beramal dari pada mereka, tidak lebih bersih hati dari pada mereka, sehingga aku tidak lebih dulu ke surga dari mereka.

Termasuk Manakah Anda ?

Jam dinding berdentang tiga kali. Aku tersentak bangun dan, astaghfirullah  ternyata Allah telah menasihatiku lewat mimpi malam ini.

Aku Tidak Lebih Dulu ke Surga


Baca dan Renungkan

Aku tidak tahu dimana berada. Meski sekian banyak manusia berada disekelilingku, namun aku tetap merasa sendiri dan ketakutan. Aku masih bertanya dan terus bertanya, tempat apa ini, dan buat apa semua manusia dikumpulkan. Mungkinkah, ah aku tidak mau mengira-ngira.
Rasa takutku makin menjadi-jadi, tatkala seseorang yang tidak pernah kukenal sebelumnya mendekati dan menjawab pertanyaan hatiku. “Inilah yang disebut Padang Mahsyar,” suaranya begitu menggetarkan jiwaku. “Bagaimana ia bisa tahu pertanyaanku,” batinku. Aku menggigil, tubuhku terasa lemas, mataku tegang mencari perlindungan dari seseorang yang kukenal.

Kusaksikan langit menghitam, sesaat kemudian bersinar kemilauan. Bersamaan dengan itu, terdengar suara menggema. Aku baru sadar, inilah hari penentuan, hari dimana semua manusia akan menerima keputusan akan balasan dari amalnya selama hidup didunia. Hari ini pula akan ditentukan nasib manusia selanjutnya, surgakah yang akan dinikmati atau adzab neraka yang siap menanti.

Aku semakin takut. Namun ada debar dalam dadaku mengingat amal-amal baikku didunia. Mungkinkah aku tergolong orang-orang yang mendapat kasih-Nya atau jangan-jangan ………

Aku dan semua manusia lainnya masih menunggu keputusan dari Yang menguasai hari pembalasan. Tak lama kemudian, terdengar lagi suara menggema tadi yang mengatakan, bahwa sesaat lagi akan dibacakan daftar manusia-manusia yang akan menemani Rasulullah SAW di surga yang indah. Lagi-lagi dadaku berdebar, ada keyakinan bahwa namaku termasuk dalam daftar itu, mengingat banyaknya infaq yang aku sedekahkan. Terlebih lagi, sewaktu didunia aku dikenal sebagai juru dakwah. “Kalaulah banyak orang yang kudakwahi masuk surga, apalagi aku,” pikirku mantap.

Akhirnya, nama-nama itupun mulai disebutkan. Aku masih beranggapan bahwa namaku ada dalam deretan penghuni surga itu, mengingat ibadah-ibadah dan perbuatan-perbuatan baikku. Dalam daftar itu, nama Rasulullah Muhammad SAW sudah pasti tercantum pada urutan teratas, sesuai janji Allah melalui Jibril, bahwa tidak satupun jiwa yang masuk kedalam surga sebelum Muhammad masuk. Setelah itu tersebutlah para Assabiquunal Awwaluun. Kulihat Fatimah Az Zahra dengan senyum manisnya melangkah bahagia sebagai wanita pertama yang ke surga, diikuti para istri-istri dan keluarga rasul lainnya.

Para nabi dan rasul Allah lainnya pun masuk dalam daftar tersebut. Yasir dan Sumayyah berjalan tenang dengan predikat Syahid dan syahidah pertama dalam Islam. Juga para sahabat lainnya, satu persatu para pengikut terdahulu Rasul itu dengan bangga melangkah ke tempat dimana Allah akan membuka tabirnya. Yang aku tahu, salah satu kenikmatan yang akan diterima para penghuni surga adalah melihat wajah Allah. Kusaksikan para sahabat Muhajirin dan Anshor yang tengah bersyukur mendapatkan nikmat tiada terhingga sebagai balasan kesetiaan berjuang bersama Muhammad menegakkan risalah. Setelah itu tersebutlah para mukminin terdahulu dan para syuhada dalam berbagai perjuangan pembelaan agama Allah.

Sementara itu, dadaku berdegub keras menunggu giliran. Aku terperanjat begitu melihat rombongan anak-anak yatim dengan riang berlari untuk segera menikmati kesegaran telaga kautsar. Beberapa dari mereka tersenyum sambil melambaikan tangannya kepadaku. Sepertinya aku kenal mereka. Ya Allah, mereka anak-anak yatim sebelah rumahku yang tidak pernah kuperhatikan. Anak-anak yang selalu menangis kelaparan dimalam hari sementara sering kubuang sebagian makanan yang tak habis kumakan.

“Subhanallah, itu si Parmin tukang mie dekat kantorku,” aku terperangah melihatnya melenggang ke surga. Parmin, pemuda yang tidak pernah lulus SD itu pernah bercerita, bahwa sebagian besar hasil dagangnya ia kririmkan untuk ibu dan biaya sekolah empat adiknya. Parmin yang rajin sholat itu, rela berpuasa berhari-hari asal ibu dan adik-adiknya di kampung tidak kelaparan. Tiba-tiba, orang yang sejak tadi disampingku berkata lagi, “Parmin yang tukang mie itu lebih baik dimata Allah. Ia bekerja untuk kebahagiaan orang lain.” Sementara aku, semua hasil keringatku semata untuk keperluanku.

Lalu berturut-turut lewat didepan mataku, mbok Darmi penjual pecel yang kehadirannya selalu kutolak, pengemis yang setiap hari lewat depan rumah dan selalu mendapatkan kata “maaf” dari bibirku dibalik pagar tinggi rumahku. Orang disampingku berbicara lagi seolah menjawab setiap pertanyaanku meski tidak kulontarkan, “Mereka ihklas, tidak sakit hati serta tidak memendam kebencian meski kau tolak.”

Masya Allah murid-murid pengajian yang aku bina, mereka mendahuluiku ke surga. Setelah itu, berbondong-bondong jamaah masjid-masjid tempat biasa aku berceramah. “Mereka belajar kepadamu, lalu mereka amalkan. Sedangkan kau, terlalu banyak berbicara dan sedikit mendengarkan. Padahal, lebih banyak yang bisa dipelajari dengan mendengar dari pada berbicara,” jelasnya lagi.

Aku semakin penasaran dan terus menunggu giliranku dipanggil. Seiring dengan itu antrian manusia-manusia dengan wajah ceria, makin panjang. Tapi sejauh ini, belum juga namaku terpanggil. Aku mulai kesal, aku ingin segera bertemu Allah dan berkata, “Ya Allah, didunia aku banyak melakukan ibadah, aku bershodaqoh, banyak membantu orang lain, banyak berdakwah, izinkan aku ke surgaMu.”

Orang dengan wajah bersinar disampingku itu hendak berbicara lagi, aku ingin menolaknya. Tetapi, tanganku tak kuasa menahannya untuk berbicara. “Ibadahmu bukan untuk Allah, tapi semata untuk kepentinganmu mendapatkan surga Allah, shodaqohmu sebatas untuk memperjelas status sosial, dibalik bantuanmu tersimpan keinginan mendapatkan penghargaan, dan dakwah yang kau lakukan hanya berbekas untuk orang lain, tidak untukmu,” bergetar tubuhku mendengarnya.

Anak-anak yatim, Parmin, mbok Darmi, pengemis tua, murid-murid pengajian, jamaah masjid dan banyak lagi orang-orang yang sering kuanggap tidak lebih baik dariku, mereka lebih dulu ke surga Allah. Padahal, aku sering beranggapan, surga adalah balasan yang pantas untukku atas dakwah yang kulakukan, infaq yang kuberikan, ilmu yang kuajarkan dan perbuatan baik lainnya. Ternyata, aku tidak lebih tunduk dari pada mereka, tidak lebih ikhlas dalam beramal dari pada mereka, tidak lebih bersih hati dari pada mereka, sehingga aku tidak lebih dulu ke surga dari mereka.

Termasuk Manakah Anda ?

Jam dinding berdentang tiga kali. Aku tersentak bangun dan, astaghfirullah  ternyata Allah telah menasihatiku lewat mimpi malam ini.

ANEKA RIA PERKAWINAN


Pernikahan bagaikan rame-rame ke restoran: anda pesan makanan kesukaan anda, tetapi ketika pesanan datang dan anda melihat makanan pesanan teman anda, anda justru ingin makan yang itu.

Pada suatu pesta perkawinan, seorang nyonya bertanya kepada nyonya yang lain: “Kok kamu pakai cincin kawinmu di jari yang salah?”. Jawabnya: “Biarin aja, aku juga kawin dengan laki-laki yang salah, kok!”

Seorang wanita memasang iklan: “Dibutuhkan seorang suami”. Keesokan harinya ia menerima ratusan surat. Isinya semua sama: “Ambil saja suami saya”.

80% pria yang menikah, berselingkuh di Jakarta. Yang 20% berselingkuh di Puncak.

Anak laki-laki: “Ayah, katanya di desa laki-laki tidak mengenal isterinya sebelum malam perkawinan?”. Ayah: “Itu sih di mana-mana, bukan hanya di desa”

Seorang isteri berkata pada kawannya: “Sayalah yang membuat suami saya milyuner”. Kawannya beranya: “Memangnya sebelumnya dia apa?” Jawab: “Trilyuner”.

Kalau anda ingin pasangan anda mendengarkan dan memperhatikan setiap kata-kata anda, berbicaralah ketika tidur.

Definisi perkawinan menurut para suami: Suatu cara yang paling mahal untuk mendapatkan cucian gratis.

Suami I :”Isteriku benar-benar seorang bidadari”.
Suami II: “Kamu beruntung, isteriku masih hidup!”

Seorang anak laki membuka celananya dan dengan bangga bertanya
kepada seorang anak perempuan : “Apakah kamu punya ini ?”
Anak perempuan itu membuka roknya dan menjawab:” Ibu saya bilang,
Kalau kamu punya ini, kamu bisa mendapatkan banyak yang seperti itu.”
”Jangan sombong !” Protes si anak laki, “tanpa yang seperti ini, punya
Kamu itu tidak mungkin bisa mendapatkan yang seperti ini.”

1. Jangan marah pada waktu yang sama.
2. Jangan berteriak pada waktu yang sama, kecuali rumah kebakaran.
3. Kalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang.

4. Tegurlah pasangan Anda dengan kasih.
5. Lupakanlah kesalahan masa lalu.
6. Boleh lupakan yang lain, tetapi jangan pasangan Anda.
7. Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam.
8. Seringlah memberikan pujian kepada pasangan Anda.
9. Bersedia mengakui kesalahan.
10. Dalam pertengkaran, yang paling banyak bicara dialah yang salah

ANEKA RIA PERKAWINAN


Pernikahan bagaikan rame-rame ke restoran: anda pesan makanan kesukaan anda, tetapi ketika pesanan datang dan anda melihat makanan pesanan teman anda, anda justru ingin makan yang itu.

Pada suatu pesta perkawinan, seorang nyonya bertanya kepada nyonya yang lain: “Kok kamu pakai cincin kawinmu di jari yang salah?”. Jawabnya: “Biarin aja, aku juga kawin dengan laki-laki yang salah, kok!”

Seorang wanita memasang iklan: “Dibutuhkan seorang suami”. Keesokan harinya ia menerima ratusan surat. Isinya semua sama: “Ambil saja suami saya”.

80% pria yang menikah, berselingkuh di Jakarta. Yang 20% berselingkuh di Puncak.

Anak laki-laki: “Ayah, katanya di desa laki-laki tidak mengenal isterinya sebelum malam perkawinan?”. Ayah: “Itu sih di mana-mana, bukan hanya di desa”

Seorang isteri berkata pada kawannya: “Sayalah yang membuat suami saya milyuner”. Kawannya beranya: “Memangnya sebelumnya dia apa?” Jawab: “Trilyuner”.

Kalau anda ingin pasangan anda mendengarkan dan memperhatikan setiap kata-kata anda, berbicaralah ketika tidur.

Definisi perkawinan menurut para suami: Suatu cara yang paling mahal untuk mendapatkan cucian gratis.

Suami I :”Isteriku benar-benar seorang bidadari”.
Suami II: “Kamu beruntung, isteriku masih hidup!”

Seorang anak laki membuka celananya dan dengan bangga bertanya
kepada seorang anak perempuan : “Apakah kamu punya ini ?”
Anak perempuan itu membuka roknya dan menjawab:” Ibu saya bilang,
Kalau kamu punya ini, kamu bisa mendapatkan banyak yang seperti itu.”
”Jangan sombong !” Protes si anak laki, “tanpa yang seperti ini, punya
Kamu itu tidak mungkin bisa mendapatkan yang seperti ini.”

1. Jangan marah pada waktu yang sama.
2. Jangan berteriak pada waktu yang sama, kecuali rumah kebakaran.
3. Kalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang.

4. Tegurlah pasangan Anda dengan kasih.
5. Lupakanlah kesalahan masa lalu.
6. Boleh lupakan yang lain, tetapi jangan pasangan Anda.
7. Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam.
8. Seringlah memberikan pujian kepada pasangan Anda.
9. Bersedia mengakui kesalahan.
10. Dalam pertengkaran, yang paling banyak bicara dialah yang salah

BISNIS BUDIDAYA JAMUR TIRAM


Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur yang cukup populer di tengah masyarakat Indonesia, selain Jenis jamur lainnya seperti jamur merang, jamur kuping dan jamur shitake. Pada umumnya jamur tiram dikonsumsi oleh masyarakat sebagai sayuran untuk kebutuhan sehari-hari. Jamur tiram adalah jenis jamur kayu yang memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi dibandingkan dengan jenis jamur kayu lainnya. Jamur tiram mengandung protein, lemak, fospor, besi, thiamin dan riboflavin lebih tinggi dibandingkan dengan jenis jamur lain. Jamur tiram mengandung 18 macam asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh manusia dan tidak mengandung kolesterol

Jika anda tertarik menekuni usaha budidaya jamur tiram ini, hal penting yang harus dipenuhi adalah menciptakan dan menjaga kondisi lingkungan pemeliharaan (cultivation) yang memenuhi syarat pertumbuhan jamur tiram. Hal lain yang penting adalah menjaga lingkungan pertumbuhan jamur tiram terbebas dari mikroba atau tumbuhan pengganggu lainnya. Tidak jarang pembudidaya jamur tiram mendapati baglog(kantong untuk media jamur tiram) ditumbuhi tumbuhan lain selain jamur tiram, hal ini disebabkan proses sterilisasi yang kurang baik dan lingkungan yang tidak kondusif.
Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk melakuka budidaya jamur tiram ini, tahapan pemeliharaan atau penanaman jamur tiram meliputi persiapan sarana produksi dan tahapan budidaya jamur tiram. Tahapan ini merupakan proses budidaya jamur tiram dari mulai pembuatan media sampai proses pemanenan jamur tiram. Jika anda tidak ingin repot menyemai benih, anda bisa membeli baglog yang sudah siap dengan benih jamur tiram yang sudah siap dibudidayakan.

PROSES DAN TEKNIK BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Dalam melaksanakan Budidaya Jamur Tiram ada beberapa proses dan kegiatan yang dilaksanakan antara lain:
1. Persiapan Bahan
Bahan yang harus dipersiapkan diantaranya serbuk gergaji (dalam serbuk gergaji dari kayu selain jati dan randu), bekatul, kapur. dan ada pula yang menambahkan gips, tepung jagung, dan glukosa.

2. Pengayakan
Serbuk kayu yang diperoleh dari penggergajian mempunyai tingkat keseragaman yang kurang baik, hal ini berakibat tingkat pertumbuhan miselia kurang merata dan kurang baik. Mengatasi hal tersebut maka serbuk gergaji perlu di ayak. Ukuran ayakan sama dengan untuk mengayak pasir (ram ayam), pengayakan harus mempergunakan masker karena dalam serbuk gergaji banyak tercampur debu dan pasir

3. Pencampuran
Bahan-bahan yang telah ditimbang sesuai dengan kebutuhan dicampur dengan serbuk gergaji selanjutnya disiram dengan air sekitar 50 – 60 % atau bila kita kepal serbuk tersebut menggumpal tapi tidak keluar air. Hal ini menandakan kadar air sudah cukup.

4. Pengomposan
Pengomposan adalah proses pelapukan bahan yang dilakukan dengan cara membumbun campuran serbuk gergaji kemudian menutupinya dengan plastic

5. Pembungkusan (Pembuatan Baglog)
Pembungkusan menggunakan plastik polipropilen (PP) dengan ukuran yang dibutuhkan. Cara membungkus yaitu dengan memasukkan media ke dalam plastik kemudian dipukul/ditumbuk sampai padat dengan botol atau menggunakan filler (alat pemadat) kemudian disimpan.

6. Sterilisasi
Sterilisasi dilakukan dengan mempergunakan alat sterilizer yang bertujuan menginaktifkan mikroba, bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam. Sterilisasi dilakukan pada suhu 90 – 100 derajat C selama kurang lebih 6-12 jam.

7. Inokulasi (Pemberian Bibit)
Inokulasi adalah kegiatan memasukan bibit jamur ke dalam media jamur yang telah disterilisasi. Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi, kemudian kita ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan sendok makan/sendok bibit sekitar + 3 sendok makan kemudian diikat dengan karet dan ditutup dengan kapas. Bibit Jamur Tiram yang baik yaitu:
– Varitas unggul
– Umur bibit optimal 45 – 60 hari
– Warna bibit merata
– Tidak terkontaminasi

8. Inkubasi (masa pertumbuhan miselium) Jamur Tiram
Inkubasi Jamur Tiram dilakukan dengan cara menyimpan di ruangan inkubasi dengan kondisi tertentu. Inkubasi dilakukan hingga seluruh media berwarna putih merata, biasanya media akan tampak putih merata antara 40 – 60 hari.

9. Panen Jamur Tiram
Panen dilakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat yang optimal, pemanenan ini biasanya dilakukan 3-5 hari setelah tumbuh calon jamur. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan kesegarannya dan mempermudah pemasaran.